28
Sep
07

Love Letter

Love letter

Wanita suci………..
Mungkin aku memang tak romantis,tapi siapa peduli…
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku
Bagiku kau memang bukan bunga
Tak mampu kusamakan kau dengan bunga-bunga terindah dan terharum sekalipun

Wanita suci……….
Jangan pernah kau biarkan aku menatapmu penuh
Karena itu akan membuatku mengingatmu
Berarti memenuhi kepalaku dengan menginginkanmu
Berimbas pada tersusunnya gambarmu pada dinding khayalku
Membuat ingnku sepenuh hati,sepenuh jiwa bersemangat mentari
Kasihanilah dirimu harus hadir dalam khayalku yang masih penuh lumpur
Dirimu terlalu suci…….

Wanita suci……..
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagai mimpi tak berujung
Ada ingin tapi tak ada henti…
Menyentuh adalah ingin diri…berkelebat selalu
Meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku
Karena sucimu,indahmu kau pertaruhkan
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya akan menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah
Tak lebih dari wanita biasa

Wanita suci…………
Jangan pernah kau tatap aku penuh
Bahkan tak perlu lirikan matamu tuk melihatku
Bukan karena aku terlalu indah
Tapi karena aku seorang manipulator
Aku biasa memakai topeng keindahan padawajah burukku
Mengenakan sutra emas,
Meniru laku para rahib
Meski hatiku lebih kotor dari kubangan lumpur
Kau memang suci
Tapi masih sangat mungkin termanipulasi
Karena toh kau hanya manusia
Hanya wanita,
Meskipun kau wanita suci

Wanita suci………..
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci
Yang dengan sepenuh hati bawamu pada Tuhan
Untuknya dirimu ada
Itu kata otakku
Terukir dalam kitab suci
Tak perlu pikir lagi
Tunggu sang lelaki suci menjemputmu
Dalam rangkaian khitbah dan akad
Atau..kejar sang lelaki suci itu
Itu adalah hakmu,seperti dicontohkan ibunda Khadijah
Jangan ada ragu,jangan ada malu…..
Semua terukir dalam kitab suci

Wanita suci…….
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh arti ikhlas
Relakan Tuhan pilihkan lelaki suci bagimu
Mungkin sekarang…….atau nanti….
Bahkan mungkin tak ada sampai mati
Mungkin itu berarti kau terlalu sucuntuk semua lelaki di alam permainan saat ini
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu ynag kau bangun dengan seluruh kekhusyu’an ibadah

Wanita suci………
Pilihan Tuhan tak selalu serendah inginmu
Tapi itulah pilihanNya
Tak ada yang lebih baikdari pilihan Tuhan….
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki terpilih itu
Melainkan pada jalan yang kau pilih
Seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu yang meminta keislaman sebagai mahar pernikahan
Atau kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan sang kekasih tertinggi
Kekasih tempat kita seharusnya memberikan semua cinta dan menerima cinta yang tak terhingga dalam tiap detik hidup kita……

Akhwat sejati

Anakku…….

Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya
Tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada dibaliknya

Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona
Tapi sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya

Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan
Tapi dari keikhlasannya memberikan kebaikan itu

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,
Tapi dilihat dari apa yang sering dibicarakan mulutnya

Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa
Tapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara

Akhwat sejati bukan dilihat adri keberaniannya dalam berpakaian
Tapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya

Akhwat sejati bukan dilihat adri kekhawatirannya digoda orang di jalan
Tapi dilihat darikekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani
Tapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur

Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul
Tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatannya dalam bergaul….

Iklan

0 Responses to “Love Letter”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: