28
Sep
07

Senandung Cinta

SENANDUNG CINTA…

Cinta itu bukanlah kata yang sederhana, bukan pula ungkapan basa-basi karena cinta adalah kata kunci kesetiaan keharmonisan, keakraban dan kebersamaan, serta sebuah fenomena keindahan dan kesejukkan hidup. Bahkan cinta adalah kehidupan itu sendiri.

Kenyataan memang begitu kok, bahwa tak seorang pun di dunia ini yang hidup tanpa cinta, karena hidup tanpa cinta adalah hampa tiada makna. Qalbu yang kosong dari cinta adalah hati yang keras. Jasad yang lahiriahnya dapat bergerak, tetapi tanpa cinta adalah jasad yang kurus kering bahkan seakan mati tanpa ruh. Maka, setiap kita harus hidup dalam cinta. Semakin dalam tumbuh cinta dalam hidup ini, maka semakin meninggikan nilai dan nadi kehidupan. Cinta memberikan kekuatan energi bagi kehidupan yang lebih baru.

Rasa cinta dan sayang sangat lekat dalam diri kita. Rasa seperti inilah yang mewarnai kehidupan kita bersama istri, suami, anak dan orang-orang yang kita cintai. Rasa yang menjelma dalam warna-warni indah itu terhimpun menjadi keinginan yang membuncah sehingga meluapkan rasa kebahagiaan yang mengisi setiap jenak perjalanan hidup kita.

“Cintailah saudaramu secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi yang kau benci. Bencilah orang yang kau benci secara proporsional, mungkin suatu masa ia akan menjadi kekasih yang kau cintai” (HR. Tirmizi, Baihaqi, Thabrani, Daruquthni, Bukhari)

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan saying. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir.”(Ar-Ruum:21)

….TENTANG CINTA…..

 

 

MISKONSEPSI
Cinta berpijak pada perasaan sekaligus akal sehat. Miskonsepsi pertama yang ditentang Bowman adalah manusia jatuh cinta dengan menggunakan perasaan belaka. Betul, kita jatuh cinta dengan hati. Tapi agar tidak menimbulkan kekacauan di kemudian hari, kita diharapkan untuk juga menggunakan akal sehat. Bohong besar kalau kita bisa jatuh cinta dengan begitu saja tanpa bisa mengelak. Yang sesungguhnya terjadi, proses jatuh cinta dipengaruhi tradisi, kebiasaan, standar, gagasan, dan deal kelompok dari mana kita berasal. Bohong besar pula kalau kita merasa boleh berbuat apa saja saat jatuh cinta, dan tidak bisa dimintai pertanggungan-jawab bila perbuatan-perbuatan impulsif itu berakibat buruk suatu ketika nanti. Kehilangan perspektif bukanlah pertanda kita jatuh cinta, melainkan sinyal kebodohan. Cinta membutuhkan proses, Bowman juga menolak anggapan cinta bisa berasal dari pandangan pertama. “Cinta itu tumbuh dan berkembang dan merupakan emosi yang kompleks,” katanya.

CINTA BUTUH WAKTU

Untuk tumbuh dan berkembang, cinta membutuhkan waktu. Jadi memang tidak mungkin kita mencintai seseorang yang tidak ketahuan asal-usulnya dengan begitu saja. Cinta tidak pernah menyerang tiba-tiba, tidak juga jatuh dari langit. Cinta datang hanya ketika dua individu telah berhasil melakukan orientasi ulang terhadap hidup dan memutuskan untuk memilih orang lain sebagai titik fokus baru. Yang mungkin terjadi dalam fenomena “cinta pada pandangan pertama” adalah pasangan terserang perasaan saling tertarik yang sangat kuat-bahkan sampai tergila-gila. Kemudian perasaan kompulsif itu berkembang jadi cinta tanpa menempuh masa jeda. Dalam kasus “cinta pada pandangan pertama”, banyak orang tidak benar-benar mencintai pasangannya, melainkan jatuh cinta pada konsep cinta itu sendiri. Sebaliknya dengan orang yang benar-benar mencinta, mereka mencintai pasangan sebagai personalitas yang utuh.
CINTA BERBAGI, TIDAK MENGONTROL
Cinta tidak menguasai dan mengalah, tapi berbagi bukan cinta namanya bila kita berkehendak mengontrol pasangan. Juga bukan cinta bila kita bersedia mengalah demi kepuasan kekasih. Orang yang mencinta tidak menganggap kekasih sebagai atasan atau bawahan, tapi sebagai pasangan untuk berbagi, juga untuk mengidentifikasi diri. Bila kita berkeinginan menguasai kekasih (membatasi pergaulannya, melarangnya beraktivitas positif, mengatur seleranya berbusana) atau melulu mengalah (tidak protes bila kekasih berbuat buruk, tidak keberatan dinomorsekiankan), berarti kita belum siap memberi dan menerima cinta.

BUATLAH CINTA ITU KONSTRUKTIF

Individu yang mencinta berbuat sebaik-baiknya demi kepentingan sendiri sekaligus demi (kebanggaan) pasangan. Dia berani berambisi, bermimpi konstruktif, dan merencanakan masa depan. Sebaliknya dengan yang jatuh cinta impulsif. Bukannya berpikir dan bertindak konstruktif, dia kehilangan ambisi, nafsu makan, dan minat terhadap masalah sehari-hari. Yang dipikirkan hanya kesengsaraan pribadi. Impiannya pun tak mungkin tercapai. Bahkan impian itu bisa menjadi subsitusi kenyataan.

CINTA TIDAK MELENYAPKAN SEMUA MASALAH

Penganut faham romantik percaya cinta bisa mengatasi masalah. Seakan-akan cinta itu obat bagi segala penyakit (panacea). Kemiskinan dan banyak problem lain diyakini bisa diatasi dengan berbekal cinta belaka. Faktanya, cinta tidaklah seajaib itu. Cinta hanya bisa membuat sepasang kekasih berani menghadapi masalah. Permasalahan seberat apapun mungkin didekati dengan jernih agar bisa dicarikan jalan keluar. Orang yang tengah mabuk kepayang (berarti tidak benar-benar mencinta) cenderung membutakan mata saat tercegat masalah. Alih-alih bertindak dengan akal sehat, dia mengenyampingkan problem.
CINTA CENDERUNG KONSTAN

Ya, cinta itu bergerak konstan. Maka kita patut curiga bila grafik perasaan kita pada kekasih turun naik sangat tajam. Kalau saat jauh kita merasa kekasih lebih hebat dibanding saat bersama, itu pertanda kita mengidealisasikannya, bukan melihatnya secara realistis. Lantas saat kembali bersama, kita memandang kekasih dengan lebih kritis dan hilanglah segala bayangan hebat itu. Sebaliknya berhati-hatilah bila kita merasa kekasih hebat saat kita berdekatan dengannya dan tidak lagi merasakan hal yang sama saat dia jauh. Hal sedemikian menandakan kita terkecoh oleh daya tarik fisik. Cinta terhitung sehat bila saat dekat dan jauh dari pasangan, kita menyukainya dalam kadar sebanding.

CINTA TIDAK BERTUMPU PADA DAYA TARIK FISIK

Dalam hubungan cinta, daya tarik fisik penting. Tapi bahaya bila kita menyukai kekasih hanya sebatas fisik dan membencinya untuk banyak faktor lainnya. Saat jatuh cinta, kita menikmati dan memberi makna penting bagi setiap kontak fisik. Kontak fisik, ketahuilah, hanya terasa menyenangkan bila kita dan pasangan saling menyukai personalitas masing-masing. Maka bukan cinta namanya, melainkan nafsu, bila kita menganggap kontak fisik hanya memberi sensasi menyenangkan tanpa makna apa-apa. Dalam cinta, afeksi terwujud belakangan saat hubungan kian dalam. Sedang nafsu menuntut pemuasan fisik sedari permulaan.

CINTA TIDAK BUTA

Cinta itu buta? Tidak sama sekali. Orang yang mencinta melihat dan menyadari sisi buruk kekasih. Karena besarnya cinta, dia berusaha menerima dan mentolerir. Tentu ada keinginan agar sisi buruk itu membaik. Namun keinginan itu haruslah didasari perhatian dan maksud baik. Tidak boleh ada kritik kasar, penolakan, kegeraman, atau rasa jijik. Nafsulah yang buta. Meski pasangan sangat buruk, orang yang menjalin hubungan dengan penuh nafsu menerima tanpa keinginan memperbaiki. Juga meninggalkan pasangan saat keinginannya terpuaskan, hanya karena pasangan punya secuil keburukan yang sangat mungkin bisa diperbaiki.

CINTA MEMPERHATIKAN KELANJUTAN HUBUNGAN

Orang yang benar-benar mencinta memperhatikan perkembangan hubungan dengan kekasih. Dia menghindari segala hal yang mungkin merusak hubungan. Sebisa mungkin dia melakukan tindakan yang bisa memperkuat, mempertahankan, dan memajukan hubungan. Orang yang sedang tergila-gila mungkin saja berusaha keras menyenangkan kekasih. Namun usaha itu semata-mata dilakukan agar kekasih menerimanya, sehingga tercapailah kepuasan yang diincar. Orang yang mencinta menyenangkan pasangan untuk memperkuat hubungan.

CINTA BERANI MENYATAKAN HAL YANG TIDAK DISUKAI

Selain berusaha menyenangkan kekasih, orang yang sungguh-sungguh mencinta memiliki perhatian, keprihatinan, pengertian, dan keberanian untuk melakukan hal yang tidak disukai kekasih demi kebaikan. Seperti seorang ibu yang berkata “tidak” saat anaknya minta es krim, padahal sedang flu.

28
Sep
07

Cinta itu Seperti Menunggu Bis Saja

Cinta Itu Seperti Menunggu Bis Saja

Sebuah bis datang, dan kau bilang, “Wah…terlalu sumpek dan panas, nggak bisa duduk nyaman nih! aku tunggu bis berikutnya saja”
Kemudian, bis berikutnya datang. Kamu melihatnya dan berkata, “Aduh bisnya kurang asik nih dan kok gak cakep begini… nggak mau ah..”
Bis selanjutnya datang, cool dan kau berminat, tapi dia seakan-akan tidak melihatmu dan melewatimu begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan kamu. Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu bilang,
“Nggak ada AC nih, gua bisa kepanasan”. Maka kamu membiarkan bis keempat pergi..
Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar bahwa kamu bisa terlambat pergi ke kantor. Ketika bis kelima datang, kau sudah tak sabar, kamu langsung melompat masuk ke dalamnya. Setelah beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu salah menaiki bis. Bis tersebut jurusannya bukan yang kau tuju!
Dan kau baru sadar telah menyiakan waktumu sekian lama..
Moral dari cerita ini, sering kali seseorang menunggu orang yang benar-benar ‘ideal’ untuk menjadi pasangan hidupnya. Padahal tidak ada orang yang 100% memenuhi keidealan kita. Dan kau pun sekali-kali tidak akan pernah bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.
Tidak ada salahnya memiliki persyaratan untuk ‘calon’, tapi tidak ada salahnya juga memberi kesempatan kepada yang berhenti di depan kita. Tentunya dengan jurusan yang sama seperti yang kita tuju. Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh buat.. tapi kau masih bisa berteriak ‘Kiri !’ dan keluar dengan sopan.
Maka memberi kesempatan pada yang berhenti di depanmu, semuanya bergantung pada keputusanmu. Daripada kita harus jalan kaki sendiri menuju kantormu, dalam arti menjalani hidup ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.
Cerita ini juga berarti, kalau kau benar-benar menemukan bis yang kosong, kau sukai dan bisa kau percayai, dan tentunya sejurusan dengan tujuanmu, kau dapat berusaha sebisamu untuk menghentikan bis tersebut di depanmu. Untuk dia memberi kesempatan kau masuk ke dalamnya. Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah yang sangat berharga dan sangat berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.
Bis seperti apa yang kau tunggu?

28
Sep
07

Love Letter

Love letter

Wanita suci………..
Mungkin aku memang tak romantis,tapi siapa peduli…
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku
Bagiku kau memang bukan bunga
Tak mampu kusamakan kau dengan bunga-bunga terindah dan terharum sekalipun

Wanita suci……….
Jangan pernah kau biarkan aku menatapmu penuh
Karena itu akan membuatku mengingatmu
Berarti memenuhi kepalaku dengan menginginkanmu
Berimbas pada tersusunnya gambarmu pada dinding khayalku
Membuat ingnku sepenuh hati,sepenuh jiwa bersemangat mentari
Kasihanilah dirimu harus hadir dalam khayalku yang masih penuh lumpur
Dirimu terlalu suci…….

Wanita suci……..
Berdua menghabiskan waktu denganmu bagai mimpi tak berujung
Ada ingin tapi tak ada henti…
Menyentuh adalah ingin diri…berkelebat selalu
Meski ujung penutupmu pun tak berani kusentuh
Jangan pernah kalah dengan mimpi dan inginku
Karena sucimu,indahmu kau pertaruhkan
Mungkin kau tak peduli
Tapi kau hanya akan menjadi wanita biasa di hadapanku bila kau kalah
Tak lebih dari wanita biasa

Wanita suci…………
Jangan pernah kau tatap aku penuh
Bahkan tak perlu lirikan matamu tuk melihatku
Bukan karena aku terlalu indah
Tapi karena aku seorang manipulator
Aku biasa memakai topeng keindahan padawajah burukku
Mengenakan sutra emas,
Meniru laku para rahib
Meski hatiku lebih kotor dari kubangan lumpur
Kau memang suci
Tapi masih sangat mungkin termanipulasi
Karena toh kau hanya manusia
Hanya wanita,
Meskipun kau wanita suci

Wanita suci………..
Beri sepenuh diri pada dia sang lelaki suci
Yang dengan sepenuh hati bawamu pada Tuhan
Untuknya dirimu ada
Itu kata otakku
Terukir dalam kitab suci
Tak perlu pikir lagi
Tunggu sang lelaki suci menjemputmu
Dalam rangkaian khitbah dan akad
Atau..kejar sang lelaki suci itu
Itu adalah hakmu,seperti dicontohkan ibunda Khadijah
Jangan ada ragu,jangan ada malu…..
Semua terukir dalam kitab suci

Wanita suci…….
Bariskan harapanmu pada istikharah sepenuh arti ikhlas
Relakan Tuhan pilihkan lelaki suci bagimu
Mungkin sekarang…….atau nanti….
Bahkan mungkin tak ada sampai mati
Mungkin itu berarti kau terlalu sucuntuk semua lelaki di alam permainan saat ini
Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu ynag kau bangun dengan seluruh kekhusyu’an ibadah

Wanita suci………
Pilihan Tuhan tak selalu serendah inginmu
Tapi itulah pilihanNya
Tak ada yang lebih baikdari pilihan Tuhan….
Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki terpilih itu
Melainkan pada jalan yang kau pilih
Seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu yang meminta keislaman sebagai mahar pernikahan
Atau kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu menerima keputusan sang kekasih tertinggi
Kekasih tempat kita seharusnya memberikan semua cinta dan menerima cinta yang tak terhingga dalam tiap detik hidup kita……

Akhwat sejati

Anakku…….

Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya
Tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada dibaliknya

Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona
Tapi sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya

Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan
Tapi dari keikhlasannya memberikan kebaikan itu

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya,
Tapi dilihat dari apa yang sering dibicarakan mulutnya

Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa
Tapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara

Akhwat sejati bukan dilihat adri keberaniannya dalam berpakaian
Tapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya

Akhwat sejati bukan dilihat adri kekhawatirannya digoda orang di jalan
Tapi dilihat darikekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda

Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani
Tapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur

Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul
Tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatannya dalam bergaul….

28
Agu
07

Wasiat….

بسم الله الرحمن الرحيم

 

قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ أَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَلا تَقْتُلُوا أَوْلادَكُمْ مِنْ إِمْلاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ وَلا تَقْرَبُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَلا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلا بِالْحَقِّ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
وَلا تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ حَتَّى يَبْلُغَ أَشُدَّهُ وَأَوْفُوا الْكَيْلَ وَالْمِيزَانَ بِالْقِسْطِ لا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلا وُسْعَهَا وَإِذَا قُلْتُمْ فَاعْدِلُوا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى وَبِعَهْدِ اللَّهِ أَوْفُوا ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

”Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu Yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar [~Maksudnya yang dibenarkan oleh syara’ seperti qishash membunuh orang murtad, rajam dan sebagainya~]“, demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya). Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. dan apabila kamu berkata, Maka hendaklah kamu Berlaku adil, Kendatipun ia adalah kerabat(mu) [~Maksudnya mengatakan yang sebenarnya meskipun merugikan Kerabat sendiri~], dan penuhilah janji Allah [~Maksudnya penuhilah segala perintah-perintah-Nya~]. yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.. Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain) [~Maksudnya, janganlah kamu mengikuti agama-agama dan kepercayaan- kepercayaan yang lain dari Islam. Mujahid mengartikan ”As Subul” dengan segala macam bid’ah dan jalan-jalan yang tidak benar~], karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (QS. Al-An’aam:151-153)

Ayat di atas memberikan sepuluh wasiat penting yang perlu dijadikan pegangan dan pedoman, untuk mencapai keselamatan pribadi dan keberuntungan masyarakat. Sepuluh wasiat ini meliputi berbagai persoalan, perintah dan larangan, mengenai perkataan dan perbuatan serta pokok-pokok keutamaan, budi.

1. Jangan Mempersekutukan Allah dengan sesuatu apapun, dengan cara dan niat bagaimana juapun.

Janganlah memuja selain dan Allah, baik benda di bumi dan di langit, ataupun kekuatan-kekuatan gaib yang ada di dunia ini. Pemujaan itu biarpun dengan dasar memandangnya sebagai penolong dari sisi Allah ataupun untuk mendekatkan diri kepadaNya.

Firman Allah Swt:

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَؤُلاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلا فِي الأرْضِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

”Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: “Mereka itu adalah pemberi syafa’at kepada Kami di sisi Allah”. Katakanlah: “Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?” [~Kalimat ini adalah ejekan terhadap orang-orang yang menyembah berhala, yang menyangka bahwa berhala-berhala itu dapat memberi syafaat Allah~] Maha suci Allah dan Maha Tinggi dan apa yang mereka mempersekutukan (itu).” (QS. Yunus:18)

أَلا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَى إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ إِنَّ اللَّهَ لا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

”Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik). dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): “Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan Kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Sesungguhnya Allah akan memutuskan di antara mereka tentang apa yang mereka berselisih padanya. Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang pendusta dan sangat ingkar.” (QS. Az-Zumar:3)

2. Berbuat baik (berbakti) kepada ibu bapak

Berbakti di sini dengan pengertian yang luas, hormat dan sopan terhadap mereka, membantu dalam berbagai keperluan serta menjauhi sikap kasar dan kurang hormat terhadap mereka. Berbakti kepada ibu bapa merupakan budi utama dan moral yang tinggi. Durhaka kepada ibu bapak termasuk dosa besar. Berkenaan dengan soal ini disebutkan dalam firman Allah SWT:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا.وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia [~Mengucapkan kata Ah kepada orang tua tidak dlbolehkan oleh agama apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu~]. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’.” (QS. Al-Israa:23-24)

Abdullah bin Mas’ud bertanya kepada Rasulullah SAW: “Manakah perbuatan yang lebih utama?” Rasulullah bersabda: “Sembahyang pada waktunya”. Kemudian: “Sesudah itu, apa?” Beliau bersabda: “Berbakti kepada ibu bapa”. Kemudian bertanya lagi: “Sesudah itu, apa?” Beliau bersabda: “Berjuang (jihad) di jalan Allah”.

3. Jangan membunuh anak, karena takut miskin

Ingatlah, Allah SWT yang memberi kamu rezeki dan juga rezeki mereka. Kebiasaan zaman Jahilliyah membunuh anak-anak, terutama anak-anak perempuan, karena takut miskin, mengingat besarnya beban penghidupan di kemudian hari dan karena sebab-sebab lain. Pembunuhan ini diberantas oleh Islam dengan sekeras-kerasnya. Diperingatkan pula, bahwa Allah SWT yang memberi rezeki kepada kita dan juga kepada anak-anak kita. Janganlah terlalu takut menghadapi beban penghidupan zaman depan, melainkan bekerjalah dan bekerja keras dengan penuh pengharapan menyongsong masa datang.

4. Jangan dekati perbuatan keji, baik yang terang ataupun yang tersembunyi

Kata-kata perbuatan keji mempunyai pengertian yang luas, baik berupa perkataan atau perbuatan dan pelanggaran kesopanan, seperti perzinaan dan sebagainya. Perbuatan keji itu hendaklah dijauhi, baik di depan umum ataupun tersembunyi di tempat yang lengang dan sepi. Setiap perbuatan itu merusak. biarpun diketahui orang lain atau tidak.

5. Janganlah kamu membunuh orang yang dilarang Allah membunuhnya, kecuali untuk kebenaran dan keadilan

Pembunuhan untuk keadilan dan kebenaran, rnaksudnva ialah pembunuhan karena hukuman yang telah dijatuhkan oleh hakim dan dilaksanakan oleh petugas yang diwajibkan melaksanakan putusan itu. Bukan saja terlarang membunuh orang yang beragama Islam, juga orang yang bulan Islam, asal mereka tidak memerangi kaum Muslimin atan menghalangi perkembangan agama Islam. Orang-orang yang bukan Islarn, tetapi telah menjadi warga dari Negara Islam dan bersedia rnematuh pernerintahannya, sama haknya dengan orang Islam sendiri.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya: ”Baransiapa yang rnembunuh seorang Mu’ahid (orang yang bukan Islam dan telah berjanji setia kepada pemerintah Islam) dan orang yang telah dijamin oleh Allah dan Rasul, maka si pembunuh tidak memperoleh bau surga, sedang bau surga itu dapat dirasakan sejauh perjalanan 70 tahun “. (Riwayat Tirmizi dan Ibnu Majah).

6. Mengurus harta anak yatim menurut cara yang sebaik-baiknya

Barang siapa yang bekerja mengurus harta anak yatim, hendaklah diurusnya dengan sebaik-baiknya, dalam memelihara dan mempergunakannya untuk perbelanjaan anak yatim itu. Setelah anak yatim itu cukup dewasa dan telah sanggup mengurus urusannya sendiri, hendaklah harta itu diserahkan kepadanya. Memakan harta anak yatim dengan cara tiada halal termasuk kesalahan (dosa) besar.

7. Mencukupkan sukatan dan timbangan

Menyukat dan menimbang dengan betul, ketika membeli atau menjual adalah sangat perlu sekali, bagi memelihara hak dan keadilan dan untuk keselamatan perekonomian. Janganlah mencukupkan sukatan dan timbangan itu hanya untuk diri sendiri, sedang kalau untuk orang lain, sukatan dan timbangan itu dikurangi. Perbuatan demikian adalah sangat tercela dan mendatangkan celaka, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT:

وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ.الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ.وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, Dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi.” (QS. Al-Mutaffifin: 1-3)

8. Apabila berkata, hendaklah dengan adil dan benar, biarpun mengenai kerabat

Adil dan benar dalam perkataan, terutarna ketika memberikan keterangan mengenai suatu suatu perkara (persengketaan) adalah sangat perlu sekali, karena disitulah letaknya kebenaran, keadilan dan ketenteraman masyarakat. Saksi palsu yang mernberikan keterangan tidak benar dalam sesuatu perkara, jelas menimbulkan ketidakadilan, penganiayaan, kekacauan dalam rnasyarakat dan menyebabkan persengketaan tiada habis-habisnya.

Allah Swt berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Maidah:8)

9. Tepatilah janji dengan Allah

Janji ini mengandung pengertian yang luas, berarti perintah dari Allah kepada manusia dengan perantaraan Rasul-rasul atau perjanjian batin yang ditimbulkan oleh akal, pikiran dan perasaan sehat. Demikian pula perjanjian yang diikat antara sesarna manusia dalam kehidupan sehari-hari, dengan surat menyurat dan lisan.

Melanggar janji adalah suatu kesalahan besar dan menimbulkan akibat buruk dalam hubungan antara manusia sesamanya, disebabkan hilangnya kepercayaan antara satu sama lain. Melanggar janji termasuk tanda tiada sempurnanya keimanan seseorang, seperti yang tersebut dalam sabda Rasulullah; yang artinya:

“Empat perkara, siapa ada keempatnya pada orang itu, adalah dia seorang munafik tulen. Tetapi kalau pada orang itu hanya satu perkara saja, berarti pada orang itu hanya satu perkara dari kemunafjkan sebelurn hal itu ditinggalkannya Yang empat itu ialah: 1. Apabila dia berkata, dusta. 2. Apabila dia bejanji, rnungkir. 3. Apabila dipercaya, khianat. 4. Apabila bermusuh, sangat kejamnya “. (Riwayat Bukhari dan Muslim).

10. Turut jalan-jalan Allah yang lurus dan janganlah diturut jalan-jalan lain yang menyimpang dari jalan Allah

Jalan Allah itu maksudnya agama Islam dan petunjuk Qur’an yang dapat mengantarkan manusia kepada kebahagiaan dunia akhirat, pribadi dan masyarakat. Barangsiapa yang menyimpang dan jalan Allah dan mengikuti jalan-jalan lain yang sesat, niscaya orang itu akan terpisah dan jalan Allah dan bakal menemui kebinasaan dan kecelakaan.

Menurut riwayat Imam Ahmad, pada suatu kali Rasulullah saw membuat suatu garis lurus dengan tangan beliau sendiri, kemudian beliau bersabda: “Inilah jalan Allah yang lurus”. Dan beliau membuat lagi dua garis di sebelah kanan dan sebelah kiri dari garis yang pertama tadi, lalu beliau bersabda: “Inilah jalan-jalan yang bukan jalan Allah. Di setiap jalan sesat itu ada syaitan yang membuat saranan supaya jalan-jalan itu ditempuh”. Sesudah itu beliau membaca ayat: “Sesungguhnya inilah jalanKu yang lurus…” (QS. Al-An’aam: 153).

Kaum Muslimin yang telah mempunyai jalan lurus, yaitu agama Islam yang bersumber kepada Qur’an, janganlah kiranya dapat disimpangkan kepada jalan-jalan lain oleh tipu daya manapun, sehingga terpisah dari jalan Allah. Memang setiap jalan lain itu mempunyai ahli-ahli sarana yang pandai, menyebabkan orang mudah tertarik menempuhnya. Sebab itu, hendaklah kaum Muslimin berhati-hati, hemat, cermat dan waspada terhadap segala usaha yang hendak menyimpangkan mereka dari jalan Allah.

Dalam ayat 151 sesudah menyebutkan larangan mempersekutukan Allah, menyuruh berbakti kepada ibu-bapa, larangan membunuh anak, larangan mendekati perbuatan keji yang terang dan tersembunyi dan larangan membunuh orang kecuali untuk kebenaran (keadilan), dikunci dengan firman-Nya: “Itulah yang diperintahkan Allah kepada kamu, supaya kamu mengerti”.

Ayat 152 sesudah itu melarang mengurus harta anak yatim dengan cara yang tidak baik, menyuruh mencukupkan sukatan dan timbangan, menyuruh berkata adil, walaupun mengenai kerabat dan menyuruh menepati janji, ditutup dengan firman Allah: “Itulah yang diperintahkan Allah kepada kamu, supaya kamu mengerti”.

Ayat 153, setelah memerintahkan mengikuti jalan Allah yang lurus dan jangan mengikuti jalan-jalan lain, supaya jangan terpisah (menyimpang) dari jalan Allah, ditutup dengan firman Allah: “Itulah yang diperintahkan Allah kepada kamu, supaya kamu bertakwa”.

Dengan mempergunakan pikiran, memperkuat ingatan dan bertakwa kepada Allah SWT, manusia akan memperoleh kebahagiaan lahir dan batin. Allahu A’lam. (Bahan Bacaan: Membentuk Moral Bimbingan Al Qur’an, Fachruddin H.S., Penerbit Bina Aksara)

06
Agu
07

The Interior of Ka’bah

saudi-arabia-mecca-ka-bah-1.jpg2.jpg 3.jpg   3-1.jpg4.jpg 

06
Agu
07

Syahadat

800px-flag_of_jihadsvg.png

06
Agu
07

Gerhana bulan dan matahari di bulan Ramadhan

Gerhana bulan dan matahari di bulan Ramadhan

Ada dua tanda untuk kedatangan Al Mahdi … Yang pertama adalah gerhana bulan di malam pertama Ramadhan, dan kedua adalah gerhana matahari di pertengahan bulan ini. (Ibn Hajar al-Haythami, Al-Qawl al-Mukhtasar fi `Alamat al-Mahdi al-Muntazar, hal. 47)

Akan ada dua gerhana matahari di bulan Ramadhan sebelum kedatangan Al Mahdi. (Mukhtasar Tazkirah Qurtubi)

… Gerhana matahari di pertengahan bulan Ramadhan dan gerhana bulan di akhirnya …. (Al-Muttaqi al-Hindi, Al-Burhan fi Alamat al-Mahdi Akhir al-zaman, hal. 37)

Telah sampai kepadaku bahwa sebelum Al Mahdi datang bulan akan gerhana dua kali di bulan Ramadhan (Diriwayatkan oleh by Abu Nu’aym in al-Fitan)

Yang menarik di sini adalah, tidak mungkin akan ada dua gerhana matahari dan gerhana bulan dalam satu bulan. Hal ini tidak dapat terjadi pada keadaan biasa. Akan tetapi, sebagian besar tanda-tanda Hari Akhir merupakan peristiwa-peristiwa yang dapat dijangkau dan diwujudkan oleh pikiran manusia, dan tergantung pada alasan tertentu.


A picture of the July 31, 1981, solar eclipse.

Apabila peristiwa-peristiwa ini dianalisis lebih lanjut, sejumlah perbedaan menjadi jelas. Yang terbaik dilakukan dalam keadaan seperti ini adalah menentukan hal-hal yang menjadi kesepakatan. Dugaan yang ada adalah sebagai berikut: akan ada gerhana matahari dan bulan selama bulan Ramadhan. Keduanya akan berjarak sekitar 14-15 hari dan gerhana-gerhana ini akan berulang dua kali.

Sejalan dengan perhitungan ini, ada sebuah gerhana bulan pada tahun 1981 (tahun Hijriyah 1401) pada hari ke-15 bulan Ramadhan dan gerhana bulan pada hari ke-29 pada bulan tersebut. Ada pula sebuah gerhana bulan “kedua” pada tahun 1982 (tahun Hijriyah 1402) pada hari ke-14 bulan Ramadhan dan gerhana matahari pada hari ke-28 pada bulan tersebut.

Ini juga penting, terutama karena dalam contoh khusus ini, akan ada sebuah gerhana bulan penuh di pertengahan bulan Ramadhan, sebuah ramalan yang paling mendekati kebenaran.

Kejadian peristiwa-peristiwa ini selama kurun waktu yang sama bertepatan dengan tanda-tanda kedatangan Al Mahdi. Hal tersebut, beserta kejadian ulangannya yang menakjubkan di permulaan abad keempat belas Hijriah selama dua tahun berturut-turut (1401-02), menjadikan kejadian-kejadian ini mungkin adalah tanda-tanda yang disebutkan oleh hadits.